ASAM FORMIAT PDF

Saputra, Angga Listya and , Ir. Haryanto A. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Formic acid is commonly use as kougulan on natural rubber, latex preservatives, pH controling on the textile industry, it use in the tanning process on the leather industry, and as an anti-bacterial additives on animal food industry. The formation of formic acid is a hydrolysis reaction which is conducted by reacting methyl formate with water. The reaction that happen is an endothermic reaction and done in a flow stirred tank reactor RATB.

Author:Mikanos Fetilar
Country:Kuwait
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):15 July 2006
Pages:241
PDF File Size:15.63 Mb
ePub File Size:20.83 Mb
ISBN:314-9-54399-456-9
Downloads:63989
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mazukus



This document was uploaded by user and they confirmed that they have the permission to share it. If you are author or own the copyright of this book, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA. Home current Explore.

Home Laporan Resmi Asam Formiat. Words: 2, Pages: Preview Full text. Pengertian asam formiat Asam semut adalah senyawa asam karboksilat yang paling sederhana dengan nama lain asam format atau sering disebut asam formiat. Rumus molekul asam formiat adalah HCOOH dan rumus strukturnya: Asam formiat ini secara alami terkandung didalam sengat lebah dan semut sehingga sering disebut asam semut. Nama asam formiat sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu formica yang berarti semut.

Pada awalnya, senyawa asam formiat ini diisolasi melalui distilasi semut, dan saat ini dapat dapat disintesis dengan cara yang lebih mudah di laboratorium. Asam formiat juga merupakan senyawa intermediat senyawa antara yang penting dalam banyak sintesis kimia. Beberapa ilmuwan melakukan penelitian yang berhubungan dengan Asam formiat dari semut tersebut. Brunfles pada permulaan abad ke menyelidiki uap dari semut gunung penyebab warna merah dari tumbuh-tumbuhan. Asam formiat banyak digunakan untuk koagulan karet, conditioner pada pencelupan tekstil, industri kulit serta sintesa bahan-bahan farmasi dan bahan kimia lain.

Sifat Fisika dan Kimia Asam Formiat Sifat Fisika Asam Formiat Asam semut atau asam formiat atau asam metanoat, yang memiliki rumus molekul HCOOH, merupakan turunan pertama Asam karboksilat yang paling kuat dengan gugus molekul yang paling pendek dibandingkan dengan asam karboksilat yang lain. Asam formiat termasuk dalam katagori asam organik lemah, tapi bersifat sangat korosif, tidak berwarna, mempunyai bau yang menyengat, dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan dan dapat melepuhkan kulit.

Asam formiat dapat melarut sempurna dengan air, aseton,eter, etil asetat, metanol, etanol, dan gliserin. Bereaksi dengan Olefin dengan bantuan hidrogen peroksida membentuk Glikol formiat. Sifat Kimia Asam Formiat Asam formiat dapat bercampur sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzene, karbon tetra klorida, toluene dan tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana.

Asam formiat akan terdekomposisi menjadi Karbon dioksida dan air pada temperatur oC atau dalam temperatur kamar bila ditambahkan katalis Palladium. Asam formiat terhidrasi oleh Asam sulfat pekat dan menghasilkan Karbon monoksida dan air. Reaksi — reaksi lain yang terjadi pada Asam formiat adalah : a. Bereaksi dengan Asetilen membentuk Vinil formiat.

Dekomposisi Pada temperatur oC, asam formiat terdekomposisi menjadi karbon monoksida dan air dengan katalis Alumina. Bereaksi dengan Keton dan Amina menjadi Amina primer.

Kegunaan Asam Formiat Asam formiat memiliki banyak kegunaan dan digunakan pada berbagai macam industri dan reaksi- reaksi. Salah satu industri yang sering menggunakan asam formiat adalah industri karet.

Dalam industri karet, asam formiat digunakan sebagai bahan koagulan untuk meng-koagulasi karet dari lateks. Kualitas karet yang dihasilkan dengan asam formiat lebih baik dibandingkan dengan jenis koagulan lainnya. Industri lain yang menggunakan asam formiat adalah industri tekstil dan kulit. Asam formiat merupakan asam yang lebih kuat dari asam asetat sehingga menghasilkan produk yang lebih baik. Pada industri kulit, asam formiat digunakan dalam proses penyamakan kulit yaitu sebagai bahan pembersih zat kapur dan pengatur pH saat pencelupan.

Asam formiat digunakan untuk menetralkan kapur deliming agar kulit menjadi lebih besar dan padat. Asam formiat merupakan bahan yang mudah menguap sehingga tidak akan tertinggal pada serat kulit. Asam formiat juga sering digunakan pada peternakan.

Pada peternakan, asam formiat untuk mengawetkan membunuh bakteri yang terdapat pada makanan ternak. Apabila disemprotkan pada jerami, asam formiat dapat menahan proses pembusukan dan membuat makanan ternak dapat mempertahankan nutrisinya lebih lama. Kegunaan-kegunaan lain dari asam formiat adalah sebagai berikut: a. Reagen pada reaksi kimia organik, sebagai sumber gugus formil dan ion hidrogen.

Membersihkan logam asam industri electroplating d. Sebagai bahan baku dalam industri farmasi f. Sebagai bahan aditif pada pengeboran minyak Asam format nama sistematis: asam metanoat adalah asam karboksilat yang paling sederhana. Asam format secara alami terdapat pada antara lain sengat lebah dan semut. Asam format juga merupakan senyawa intermediat senyawa antara yang penting dalam banyak sintesis kimia.

Di alam, asam format ditemukan pada sengatan dan gigitan banyak serangga dari ordo Hymenoptera , misalnya lebah dan semut. Asam format juga merupakan hasil pembakaran yang signifikan dari bahan bakar alternatif, yaitu pembakaran metanol dan etanol yang tercampur air , jika dicampurkan dengan bensin. Nama asam format berasal dari kata Latin formica yang berarti semut.

Pada awalnya, senyawa ini di isolasi melalui distilasi semut. Senyawa kimia turunan asam format, misalnya kelompok garam dan ester , dinamakan format atau metanoat. Ion format memiliki rumus kimia HCOO. Asam formiat ini mudah larut dalam air dan beberapa pelarut organik, tetapi sedikit larut dalam benzene, karbon tetraklorida dan toluene, serta tidak larut dalam dalam karbon alifatik. Pemakaian asam formiat didalam negeri terutama untuk : 1. Koagulasi Karet Alam Sebagai koagulan aid yang akan menghasilkan kualitas karet yang lebih baik.

Conditioner Pada Proses Pencelupan Tekstil Digunakan sebagai bahan kimia pembantu dalam proses pencelupan atau pewarnaan anti kusut dan anti ciut. Conditioner Pada Proses Penyamakan Kulit Digunakan dalam proses pembersihan, penghilangan zat kapur dan pewarnaan kulit. Silase Untuk pencampuran pada makanan ternak Sebagai penemuan baru Asam Formiat digunakan pula didaerah-daerah pengeboran minyak dalam tanah yang diduga mengandung minyak, yang seringkali ditemui terjadinya kebuntuan pada aliran saluran minyak karena adanya partikel-partikel yang ikut terbawa dalam minyak, dengan pemberian Asam Formiat dilokasi penyebab kebuntuan maka agrerat-agrerat tersebut akan terhancurkan sehingga aliaran saluran keluarnya minyak yang dibor akan hancur kembali.

Pembuatan Asam Formiat 1. Hidrolisis Metil Formiat Pembuatan asam formiat pada proses ini diperoleh melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi karbonisasi methanol dan reaksi hidrolisis metil formiat. Sintesis Langsung Karbon Monoksida dengan Air Asam formiat pada proses ini diperoleh dengan cara menghidrolisis gas karbon monoksida secara lansung dengan menggunakan tembaga klorida sebagai katalis.

Proses Formamid Proses ini diperkenalkan pertama kali oleh Meyer dkk, dengan cara mereaksikan karbon monoksida dan amonia pada oC dengan tekanan atm, kemudian formamid yang terbentuk direaksikan dengan asam sulfat menghasilkan asam formiat dan ammonium sulfat. Oksidasi Alkana Pada proses ini asam formiat yang diperoleh sebagai hasil samping pada reaksi oksidasi butane dalam proses pembuatan asam asetat. Reaksi Alkali dengan Karbon Monoksida Proses ini diawali dengan mereaksikan karbon monoksida dengan natrium hidroksida membentuk natrium asetat, kemudian natrium asetat yang terbentuk direaksikan dengan asam sulfat membentuk asam formiat dan garam natrium sulfat.

Alat a. Labu destilasi b. Pendingin liebig 80cm c. Pipa along d. Erlenmeyer e. Tabung reaksi. Pipet tetes 2. Bahan a. Gliserol b. Amonia c. Asam oksalat d. KMnO4 e. HgO f. Serbuk Mg IV. Pembuatan a. Masukkan 5 gram gliserol dan 5 gram asam oksalat yang mengandung air kristal ke dalam labu destilasi yang telah dihubungkan dengan pendingin liebig, panaskan akan terjadi gas, amati.

Setelah beberapa lama pengeluaran, tambahkan 2,5 gram asam oksalat lagi, tampung destilat. Reaksi a. Peruraian merkuri formiat Haluskan HgO, kocoklah dengan destilat, pisahkan oksida air raksa dengan menyaring, panaskan filtrat, amati. Reaksi yang terjadi Reaksi Peruraian Sebelum merkuri formiat a. Bau : menyengat c. Bentuk : cair Sesudah a. Bau : menyrngat c. Warna : bening a. Warna : keruh b.

Bau : menyengat b. Bentuk : cair c. Bentuk : cair a. Warna : ungu a. Warna : ungu b. Endapan : coklat Reduksi asam formiat dengan Magnesium a. Warna : biru tua a.

Pada praktikum kali ini juga dilakukan reaksi asam formiat dengan zat lain. Pembuatan asam formiat dilakukan dengan mereaksikan gliserol dengan asam oksalat yang mengandung air kristal ke labu alas bulat yang telah dihubungkan dengan pendingin liebig dan dipanaskan selama 45 menit.

Pemanasan ini dilakukan untuk mengetahui gas karbon dioksida yanh dihasilkan. Setelah beberapa lama pengeluaran gas, di tambahkan asam oksalat lagi dan kemudian dilanjutkan destilasi sampai larutan habis.

ELHADEF ALGERIE PDF

Prarancangan Pabrik Etil Formiat dari Asam Formiat dan Etanol dengan Kapasitas 60.000 Ton/Tahun

.

DESCARGAR EL NUEVO POSICIONAMIENTO JACK TROUT PDF

Jurnal Kimia Dasar

.

Related Articles