CPOB EDISI 2006 PDF

Zat aktif sulit untuk langsung digunakan krn. Kadangkala zat aktif dapat mengiritasi atau melukai tempat dimana ia diberikan Kebanyakan zat aktif memiliki persepsi organoleptis yang tidak menyenangkan pahit, rasa atau bau yang kurang enak Rute pemberian zat aktif tidak mungkin dimodifikasi agar sesuai dengan profil farmakokinetik. Pharmaceutical Solutions Aqueous 1. Douches 2.

Author:Tygozil Yolabar
Country:Antigua & Barbuda
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):5 March 2005
Pages:258
PDF File Size:9.76 Mb
ePub File Size:19.51 Mb
ISBN:479-4-44680-727-2
Downloads:43680
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Jushura



Pedoman CPOB yang diterbitkan pada tahun dan meliputi 10 aspek, yaitu ketentuan umum, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri, penanganan keluhan terhadap obat, penarikan kembali obat, dan obat kembalian serta dokumentasi.

CPOB terkini CPOB : atau c-GMP merupakan salah satu upaya pemerintah Badan POM untuk menjamin khasiat, keamanan, dan mutu obat produksi industri farmasi Indonesia agar sesuai dengan standar internasional, sehingga produk obat dalam negeri mampu bersaing baik untuk pasar domestik maupun untuk pasar ekspor.

Disamping itu, penerapan c-GMP juga mendorong industri farmasi agar lebih efisien dan fokus dalam pelaksanaan produksi obat, termasuk pemilihan fasilitas produksi yang paling feasible untuk dikembangkan. Cara Pembuatan Obat yang baik. Lahirnya CPOB sendiri dilatarbelakangi oleh perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi farmasi.

Selain itu juga terjadi perubahan paradigma dalam konsep pelaksanaan sistem pengawasan mutu produk obat dari konsep "Pengawasan Mutu" menuju konsep "Penjaminan Mutu". Dalam pembuatannya obat yang baik tidak hanya lolos dari serangkaian uji kualitas mutu obat tetapi yang lebih penting bahwa mutu harus dibentuk ke dalam produk tersebut.

Konsep penjaminan mutu ini mengharuskan pembuatan obat dilakukan dalam kondisi yang dikendalikan dan dipantau secara cermat. Tujuan dari penerapan CPOB antara lain : 1. Adanya jaminan terhadap khasiat, keamanan dan mutu obat produksi industri farmasi indonesia. Sebagai upaya pemerintah BPOM untuk meningkatkan kemempuan Industri Farmasi Indonesia sesuai dengan standard internasional agar lebih kompetitif baik untuk pasar domestik maupaun untuk pasar ekspor 3.

Manajemen Mutu 2. Personalia 3. Bangunan dan Sarana Penunjang 4. Peralatan 5. Sanitasi dan Higiene 6. Produksi 7. Pengawasan Mutu 8. Inspeksi Diri dan Audit Mutu 9. Dokumentasi Pembuatan dan Analisis Berdasarkan Kontrak Kualifikasi dan Validasi. Produksi Produk Biologi 3. Pembuatan Gas Medisinal 4. Pembuatan Produk Darah 6. Pembuatan Obat Investigasi untuk Uji Klinis 7. Sistem Komputerisasi.

Learn more about Scribd Membership Home. Much more than documents. Discover everything Scribd has to offer, including books and audiobooks from major publishers. Start Free Trial Cancel anytime. Tugas Fitofarmaka Uu Cpob. Uploaded by Rabitha Rusyita. Document Information click to expand document information Description: fito. Date uploaded Oct 10, Did you find this document useful?

Is this content inappropriate? Report this Document. Description: fito. Flag for Inappropriate Content. Download Now. Related titles. Carousel Previous Carousel Next. Jump to Page. Search inside document. More From Rabitha Rusyita. Rabitha Rusyita. Andriansyah Pkm.

LIBER PYRAMIDOS PDF

Buku Suplemen I

Pedoman CPOB yang diterbitkan pada tahun dan meliputi 10 aspek, yaitu ketentuan umum, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan higiene, produksi, pengawasan mutu, inspeksi diri, penanganan keluhan terhadap obat, penarikan kembali obat, dan obat kembalian serta dokumentasi. CPOB terkini CPOB : atau c-GMP merupakan salah satu upaya pemerintah Badan POM untuk menjamin khasiat, keamanan, dan mutu obat produksi industri farmasi Indonesia agar sesuai dengan standar internasional, sehingga produk obat dalam negeri mampu bersaing baik untuk pasar domestik maupun untuk pasar ekspor. Disamping itu, penerapan c-GMP juga mendorong industri farmasi agar lebih efisien dan fokus dalam pelaksanaan produksi obat, termasuk pemilihan fasilitas produksi yang paling feasible untuk dikembangkan. Cara Pembuatan Obat yang baik. Lahirnya CPOB sendiri dilatarbelakangi oleh perkembangan yang sangat pesat dalam teknologi farmasi. Selain itu juga terjadi perubahan paradigma dalam konsep pelaksanaan sistem pengawasan mutu produk obat dari konsep "Pengawasan Mutu" menuju konsep "Penjaminan Mutu".

ELHADEF ALGERIE PDF

Tugas Fitofarmaka Uu Cpob

Embed Size px x x x x Pembuatan Produk Steril. Khusus Bab 1. Pedoman Cara pembuatan radiofarmaka. Manufacture of Sterile Pharmaceutical Products. Particular for Chapter 1.

TECHNICS SH-8055 MANUAL PDF

00 Documentation - Capri, August 2007

Embed Size px x x x x Zat aktif sulit untuk langsung digunakan krn. Aerodispersions of solid particles e. Ointments semisolid dosage forms with the oleaginous hydrocarbon , water-soluble or emulsifying baseOleaginous hydrocabon base: Petrolatum Vaseline white, yellow Water-soluble base: Polyethylenglycol PEG - ointment syn. ZnO are dispersed in ointments mostly oleaginous Petrolatum.

16650 UART PDF

CPOB Liquid dan Semi Solid

.

Related Articles